Friday, February 10, 2017

Basis data "Trigger"

A.    Pengertian
Sering kali dibutuhkan program yang dapat berjalan sendiri (dijalankan oleh system) sehingga tidak perlu dieksekusi oleh user.  Program tersebut biasanya dibuat menggunakan timer yang diatur waktu untuk eksekusi sebuah program.  Pada database SQL Server, untuk menjalan program secara otomatis (dieksekusi oleh system) dapat dibuat dengan mudah karena ada fasilitas Trigger.  Dengan Trigger ini, program dapat dijalankan karena ada pemicu ketika insert/update/delete terhadap sebuah table. Program yang akan dijalankan otomatis dapat disimpan di Trigger berjenis Insert jika pemicunya adalah Insert, disimpan di Trigger berjenis Delete jika pemicunya adalah Delete, dan disimpan di Trigger berjenis Update jika pemicunya adalah Delete.
Trigger adalah batch/sekumpulan perintah yang secara otomatis dikerjakan ketika terjadi penyisipan (insert), pengubahan (update) atau penghapusan data (delete) pada sebuah tabel.Trigger :
·         Program seperti Store Procedure atau Function yang dijalankan oleh system
·         Program ini menempel pada sebuah Tabel, berbeda dengan SP dan Function menempel pada Database
·         Dijalankan oleh system jika ada pemicu yaitu Insert terhadap table, Delete ataupun Update.

B.  Macam - macam  Trigger
Macam – macam tigger yaitu  :
·         Application trigger : diaktifkan pada saat terjadi event yang berhubungan dengan
sebuah aplikasi.
·         Database trigger : diaktifkan pada saat terjadi event yang berhubungan dengan data (seperti operasi DML) atau event yang berhubungan dengan sistem (semisal logon atau shutdown) yang terjadi pada sebuah skema atau database.
Trigger di bagi menjadi 2 yaitu :
Statement : trigger dijalankan sekali saja pada saat terjadi sebuah event. Statement trigger juga dijalankan sekali, meskipun tidak ada satupun baris yang
dipengaruhi oleh event yang terjadi.
Row : trigger dijalankan pada setiap baris yang dipengaruhi oleh terjadinya sebuah event. Row trigger tidak dijalankan jika event dari trigger tidak berpengaruh pada satu baris pun
Trigger body mendefinisikan tindakan yang perlu dikerjakan pada saat terjadinya
event yang mengakibatkan sebuah trigger menjadi aktif.
C.  Alasan Penggunaan Trigger        
·         Memaksakan Penerapan Business Rule
Business rules (aturan-aturan dalam proses bisnis) dapat dipaksakan terjadi tanpa harus bergantung pada pengembang aplikasi.
Contoh : STOK Barang.
·         Melindungi Integritas Data
Apabila database telah diset dengan baik dan terencana, termasuk di dalamnya mengenai rancangan relasi tabel, maka akan timbul masalah  baru dalam pengembangan aplikasi. Masalah tersebut adalah integritas data yang harus dijaga yang harus dijaga dengan baik agar perancangan yang telah dikembangkan tidak sia-sia. Dalam hal ini trigger menjadi aktor utama dalam proses perlindungan integrasi data tersebut.
Contoh : STATUS mahasiswa.
·         Mengeksekusi Perintah Tambahan
Perintah tambahan dalam trigger umumnya dibuat dengan memanfaatkan fasilitas CLR (Common Language Runtime).
Contoh : Pengiriman Email peringatan.
D.   Komponen – Komponen penulisan sintak pada Trigger :
Tigger timing : tigger timing adalah eaktu kapan tigger di aktifkan
a.    Untuk table : before , after
b.    Untuk vier : instead of
Tigger event : Insert , Update atau delete
·         Nama table : yaitu nama table atau view yang behubungan dengan tigger
·         Tipe Trigger : baris atau penyataan
·         Klause when : untuk kondisi pembatasan
·         Tigger body : bagian prosedur yang di tuliskan pada tigger
Timing pada trigger
·         Before : tigger di halankan sebelum DML event pada tabel
·         After : trigger di jalankan setelah DML event pada tabel
·         Insread of : trigger dijalankan pada sebuah view

E.   Sintaks Penulisan
F.    Keuntungan Trigger
Dalam sebuah tabel dapat mempunyai beberapa trigger. Trigger sangat berguna karena dapat secara optimasi dilaksanakan dalam server, sehingga menyederhanakan pemograman, sekaligus menjaga konsistensi informasi dalam database.
Keuntungan penggunaan Trigger antara lain :
a. Standarisasi (penyeragaman) proses. Trigger dibuat satu kali dan tersimpan dalamdatabase, sehingga semua client yang menggunakan database tersebut sekaligus adalah pengguna Trigger. Dengan demikian seluruh client akan menggunakan operasi yang samaterhadap suatu proses dalam database, karena Trigger yang dipakai sama.
b. Menyederhanakan pemrograman. Apabila Trigger sudah dibuat dalam database server, seluruh program dalam bahasa apapun, yang mengakses database tersebut akan secara otomatis menggunakan Triger yang ada tanpa perlu membuat perintah dalam program aplikasi.
c. Mudah diperbaharui. Apabila Trigger pernah di-update dalam database server, semua client akan menggunakan perbaruan yang terakhir
d. Kecepatan dan efisiensi proses. Oleh karena Trigger disimpan dalam server dalam kode yang sudah terkompilasi, dan dilaksanakan dalam server sehingga lalu-lintas jaringan menjadi berkurang.
e. Memudahkan kerja secara tim. Apabila Trigger dan Stored Procedure sudah dibuat, anggota tim kerja dapat menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda dalam mengaksesnya, karena Trigger disimpan dan dilaksanakan oleh server, tanpa melihat bahasa pemrograman apa tang di pakai oleh penguna database.






Daftar Pustaka
Anom , 2011, trigger. http://database-alkaizer.blogspot.co.id/ . (diakses pada 5 juni 2016.)
Herwanto Syella. 2011. Bahan 7 trigger .  http://syella-herwanto-bdl.blogspot.co.id/. (diakses pada 5 juni 2016.)
Wahyudi Renita. 2013. Pratikum 13 . http://arenta12b.blogspot.co.id/  (diakses pada 5 juni 2016.)



















No comments:

Post a Comment

PERKEMBANGAN JARINGAN FIBER OPTIK

PERKEMBANGAN JARINGAN FIBER OPTIK Disusun Oleh : Dejan Habiburrahman NPM:065114353; Kelas:  Universitas Pakuan Abstrak Ja...